Skip to content
November 21, 2011 / togastola

SEJARAH SIMBOL

Image

ASAL MULA SIMBOL

Hidup manusia sejak lahir sampai meninggal dipenuhi dengan upacara, dengan berbagai macam simbol yang menyertainya. Hal ini jelas dalam tradisi Jawa, misalnya dirumah orang yang meninggal dipasang lampu teplok atau lampu listrik yang tetap dinyalakan. Maksudnya ialah, agar orang yang meninggal mendapat jalan yang terang sampai di tujuan, kembali kepada Tuhan. 

Bagi orang Tionghoa, air dianggap sebagai simbol keberuntungan, karena air disamakan dengan simbol harta dan kekayaan. Adanya air yang mengalir melewati pintu/gerbang utama rumah, sama seperti menerima berlimpah ruahnya harta dan kekayaan. 

Istilah simbol tidak kita jumpai dalam Alkitab. Untuk kata yang sama, Alkitab perjanjian lama menggunakan istilah tanda. Tanda dilihat sebagai suatu obyek yang dapat difungsikan, diberi arti, sehingga seseorang dapat memahaminya dengan jelas. Simbol itu dapat berlaku untuk orang, benda, gerakan atau peragaan yang dibuat oleh manusia.

A.    Manusia sebagai Simbol

Dalam dunia purbakala, seseorang dapat berlaku sebagai simbol bagi kumpulan atau kelompok :

  • Raja Daud adalah simbol (sama dengan) sepuluh ribu orang tentara (II Samuel 18 :3).
  • Musa sebagai simbol bagi raja Firaun, dan sebagai tanda kehadiran Allah  (Keluaran 7:1)

 B.    Benda-benda sebagai simbol

Benda-benda juga disimbolkan sebagai alat-alat yang bermanfaat, baik dalam komunikasi maupun dalam arti iman jaminan perjanjian misalnya :

  • pelangi memiliki arti tanda jaminan anugerah Allah (Kejadian 9:1)
  • tabut perjanjian, dimana sepuluh Hukum Tuhan terdapat di dalamnya, adalah tanda kehadiran Allah.

 C.    Gerakan atau Peragaan sebagai simbol

Gerakan atau peragaan adalah sesuatu yang hidup dan dapat dipahami dengan lebih baik :

  • Menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada orang lain adalah tanda bahwa seseorang menyerahkan seluruh hak pribadinya.
  • Seorang Tuan yang menusuk telinga calon hambanya, berarti calon hamba tersebut bersedia mengabdikan diri seumur hidupnya kepada tuan yang memilikinya (Kel. 21:6).

 Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru, ada situasi yang berbeda dalam pemahamannya tentang simbol. Yesus membuat simbol untuk menanamkan pengertian bagi orang-orang disekitar-Nya, misalnya Perjamuan Kudus, walaupun artinya lebih daripada simbol; domba.

 Gereja atau sinagoge banyak menggunakan simbol atau pertanda dalam kaitannya dengan kesenian seperti seni tulis dan seni gambar, misalnya :

  • warna laut, dan langit sebagai simbol tempat singgasana Allah.
  • Anggur adalah tanda pesta di surga.
  • Jangkar adalah tanda suatu harapan (Ibrani 6:19)
  • Bunga Mawar dan bunga lain di makam menunjukkan tempat istirahat di paradiso (surga).

Dapat dikatakan, bahwa simbol, tanda, dan perumpamaan berhubungan dengan kebudayaan dan komunikasi dari satu tradisi bangsa. Dengan simbol itu hendak dinyatakan maksudnya yang transenden, yang ilahi yang diharap dapat mempengaruhi manusia dalam menyatakan ibadahnya kepada Tuhan sekaligus perhatiannya kepada semua.

GEREJA MULA-MULA DAN SIMBOL

Gereja Ortodoks atau gereja lama kaya dengan penggunaan simbol-simbol. Simbol-simbol ini merupakan suatu kenyataan yang memiliki kekuatan dan kemampuan sebagai pernyataan Allah kepada manusia. Simbol-simbol ini adalah tanda-tanda yang dapat membantu kita memasuki suatu dunia yang bersifat abadi dan ilahi untuk menghayati kehidupan dengan Tuhan dan sesama.

Warna dan angka sudah lama kita kenal memiliki makna tertentu, juga dalam kehidupan bergereja. Berbagai macam benda yang terdapat di dalam Alkitab, bahkan yang tidak terdapat didalam  Alkitab pun, digunakan oleh gereja untuk melambangkan sesuatu, seperti : roti, anggur, gandum, minyak, air, pelangi, perahu, bunga, dan buah-buahan; burung pelikan, telur, pohon cemara, lilin. Warna, angka, dan benda-benda itu digunakan sebagai tanda kasih, kemurahan, kebaikan, kehidupan dan kehadiran Allah yang sesungguhnya dalam kehidupan manusia. Semuanya merupakan ungkapan kehadiran dan perbuatan Allah yang didalam Kristus melakukan karya penyelamatanNya kepada manusia dan dunia. Inilah yang menjadi alasan mengapa warna, angka, dan benda-benda itu dijadikan simbol dalam kehidupan bergereja.

Memang yang namanya simbol tidak dapat menjelaskan dengan sempurna apa yang disimbolkan atau dilambangkan. Namun demikian, seseorang ditolong untuk mengerti dengan lebih baik apa yang disimbolkan itu.

Simbol yang sudah digunakan oleh gereja sejak abad-abad pertama dimaksudkan :

  • sebagai tanda rahasia diantara orang-orang percaya selama masa penganiayaan.
  • Sebagai cara bagi orang-orang percaya untuk mengingat pemerintahan Allah atas semua ciptaan.
  • Sebagai suatu harta kebeneran-kebenaran pengajaran Injil yang tak mampu dibaca secara hurufiah.
  • Sebagai suatu harta  kekayaan untuk mengingat perbuatan Allah yang ilahi dalam sejarah umat manusia.

 Penghormatan pada masa-masa tahun gerejawi adalah suatu bentuk pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan atas waktu. Menggunakan simbol dalam gereja adalah suatu cara memproklamasikan bahwa bumi ini adalah milik Tuhan dan bahwa Dia adalah penguasa atas sejarah umat manusia. Simbol adalah suatu sarana untuk membawa kesadaran spiritual kita keluar dari kesucian dan masuk kedalam dunia yang diciptakan Allah ini, masuk ke dalam pengalaman umat manusia sendiri dalam hubungannya dengan Allah.

( yaw: dari berbagai sumber )

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: